Skip to Job Description
114830 - Assistant Finance Administration (For Indonesian nationality only) GF – RSSH (Principal Recipient: Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan)
United Nations Development Programme (UNDP)
Entry Professional Full-time Locallly Recruited
Job Expired 14 Dec 2023
Expired
Posted 2 months ago
Job Description

114830 - Assistant Finance Administration (For Indonesian nationality only) GF – RSSH (Principal Recipient: Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan)

Location :

Jakarta, INDONESIA

Type of Contract :

Other

Starting Date :
Application Deadline :

14-Dec-23 (Midnight New York, USA)

Post Level :

Other

Duration of Initial Contract :

12 months

Time left :

9d 15h 51m

Languages Required :

English  

Expected Duration of Assignment :

UNDP is committed to achieving workforce diversity in terms of gender, nationality and culture. Individuals from minority groups, indigenous groups and persons with disabilities are equally encouraged to apply. All applications will be treated with the strictest confidence. UNDP does not tolerate sexual exploitation and abuse, any kind of harassment, including sexual harassment, and discrimination. All selected candidates will, therefore, undergo rigorous reference and background checks.

Background

THIS IS NOT A UNDP POSITION. UNDP IS ADVERTISING ON BEHALF OF GF – RSSH (Principal Recipient: Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan)

LATAR BELAKANG

Indonesia adalah salah satu negara yang mendapat dukungan dari Global Fund untuk mengatasi masalah AIDS, Tuberkulosis dan Malaria sejak tahun 2003. Hingga tahun 2023, Indonesia telah menerima alokasi hibah dari The Global Fund (GF) sebesar USD 1,45 miliar (Rp 20,89 triliun) melalui Kementerian Kesehatan dan Organisasi Masyarakat. Melalui pendanaan Global Fund ini, lebih dari 20 juta jiwa telah diselamatkan, termasuk 10 juta jiwa di kawasan Indo-Pasifik. Selain itu, dana ini telah mencegah 146 juta infeksi baru sejak tahun 2012. Dana ini digunakan untuk meningkatkan aksesibilitas obat-obatan yang diperlukan, tes diagnostik, layanan konseling dan dukungan, serta pelatihan tenaga medis dan rehabilitasi.

Selain itu, Global Fund juga telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan mitra lokal untuk membangun sistem kesehatan yang berketahanan dan berkelanjutan melalui program GF – RSSH. Program ini bertujuan untuk memperkuat aspek-aspek utama sistem kesehatan, antara lain memperkuat perencanaan dan penganggaran ATM pada dokumen-dokumen perencanaan di daerah, analisis kualitas belanja kesehatan ATM, penguatan laboratorium kesehatan masyarakat, integrasi layanan primer, pengembangan media dan modul pembelajaran jarak jauh terkait ATM, penelitian operasional, penguatan kurikulum ATM dan pengabdian masyarakat di Poltekkes, serta monitoring dan evaluasi.

Global Fund telah mengirimkan surat alokasi ke Indonesia berisi alokasi dana hibah untuk komponen ATM senilai USD 295.243.582 (Rp 4,25 triliun) untuk siklus permintaan hibah pendanaan tahun 2024-2026. Dari total dana yang telah dialokasikan ini, the Global Fund sangat merekomendasikan agar pemerintah Indonesia mempunyai komponen program yang secara khusus untuk mendukung Sistem yang Tangguh dan Berkelanjutan untuk Kesehatan (atau Resilient and Sustainable System for Health / RSSH) yang lintas sektor / cross-cutting dengan komponen program AIDS, TB dan Malaria (ATM). Oleh karena itu, untuk komponen RSSH ini, dari CCM merekomendasikan agar Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Kesehatan sebagai Penerima Hibah Utama (PR RSSH) untuk periode 2024-2026, dengan total dana hibah sebesar USD 14,410,402.

Sekretariat Jenderal telah melakukan diskusi dan konsultasi dengan Technical Working Group (TWG) RSSH, TWG HIV/AIDS, TWG TB dan TWG Malaria dalam menyusun proposal hibah, untuk memastikan bahwa proposal hibah dapat mengakomodasi isu-isu lintas sektoral untuk setiap komponen penyakit. Setjen juga telah melakukan proses pemberian hibah dan negosiasi dengan Country Team Global Fund (CT GF) yang didukung oleh TWG dalam melengkapi semua dokumen yang disyaratkan harus diserahkan ke Grant Approval Committee (GAC). Setelah perjanjian hibah antara GF RSSH dengan Kementerian Kesehatan ditandatangani, maka dana hibah GF – RSSH ini perlu dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati oleh semua pihak. Di dalam perjanjian hibah antara GF dengan Setjen Kemenkes, telah disetujui bahwa ada 2 organisasi yang disetujui sebagai Sub Recipient (SR) untuk implementasinya. Dua organisasi tersebut adalah Direktorat Tata Kelola Kesehatan Masyarakat (Dit. Takelmas) dan Asosiasi Dinas Kesehatan Indonesia (Adinkes). Oleh karena itu, diperlukan juga tim yang kompeten (yang disebut Program Management Unit) di tingkat SR untuk dapat melaksanakan semua kegiatan yang telah disepakati dalam rencana kerja antara GF dan PR Setjen Kemenkes.

SR Dit. Takelmas akan melaksanakan 2 kegiatan utama sebagai berikut:

  1. Penguatan Laboratorium Kesehatan Masyarakat yang mencakup sistem manajemen mutu dan akreditasi 2 (dua) laboratorium regional untuk ISO 15189 dan persiapan akreditasi untuk 5 lab regional lainnya (3 lab untuk ISO 15189 dan 2 lab untuk ISO 17043).
  2. Integrasi Layanan Primer yang akan dilaksanakan di 40 lokus kab/kota sebagai berikut:
Advertisement

Tahun 2024:

  1. Kab. Solok, Provinsi Sumatera Barat
  2. Kab. Rokan Hulu, Provinsi Riau
  3. Kota Jambi, Provinsi Jambi
  4. Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu
  5. Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau
  6. Kab. Bogor, Provinsi Jawa Barat
  7. Kab. Banyumas, Provinsi Jawa Tengah
  8. Kab. Sambas, Provinsi Kalimantan Barat
  9. Kab. Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur
  10. Kab. Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara
  11. Kab. Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan
  12. Kab. Gorontalo, Provinsi Gorontalo
  13. Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara
  14. Kab. Sorong, Provinsi Papua Barat
  15. Kab. Jayapura, Provinsi Papua

Tahun 2025:

  1. Kab. Padang Sidempuan, Provinsi Sumatera Utara
  2. Kab. Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  3. Kab. Blora, Provinsi Jawa Tengah
  4. Kab. Sleman, Provinsi DI Yogyakarta
  5. Kab. Tulungagung, Provinsi Jawa Timur
  6. Kab. Lebak, Provinsi Banten
  7. Kab. Buleleng, Provinsi Bali
  8. Kab. Sintang, Provinsi Kalimantan Barat
  9. Kab. Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah
  10. Kab. Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan
  11. Kab. Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara
  12. Kab. Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat
  13. Kota Ambon, Provinsi Maluku
  14. Kab. Manokwari, Provinsi Papua Barat
  15. Kab. Nabire, Provinsi Papua Tengah

Tahun 2026:

  1. Kab. Bireuen, Provinsi Aceh
  2. Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung
  3. Kab. Cirebon, Provinsi Jawa Barat
  4. Kab. Pandeglang, Provinsi Banten
  5. Kab. Sumenep, Provinsi Jawa Timur
  6. Kab. Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat
  7. Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara
  8. Kab. Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan
  9. Kab. Merauke, Provinsi Papua Selatan
  10. Kab. Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan

 Adapun posisi-posisi yang diperlukan di SR Dit. Takelmas antara lain sebagai Assistant Finance Administration, dengan detail tugas dan tanggung jawab seperti di bawah ini.

LINGKUP PEKERJAAN

Di bawah bimbingan dari Program Coordinator di SR Dit. Takelmas dan pengawasan dari Finance Officer, staf Assistant Finance Administration bertanggung jawab sebagai pelaksana administrasi keuangan, HR dan/atau pengadaan, termasuk mengelola kas kecil dan verifikasi dokumen serta transaksi kegiatan-kegiatan di SR Dit. Takelmas.

Di bawah ini adalah gambaran terkait hubungan kerja dan dimensi pekerjaan untuk posisi Administration Assistant di tingkat SR.

IV. DIMENSI PEKERJAAN

1. Hubungan Kerja

Internal

Eksternal

  • Program Manager
  • Tim di Finance unit SR
  • Tim di M/E unit SR
  • Tim Kerja di Direktorat Takelmas
Advertisement
  • Bank
  • Implementing Unit (ILP dan Labkesmas)
  • Audit Internal dan Eksternal
  • Mitra &/atau pemangku kepentingan lainnya

2. Besaran Pekerjaan

Finansial

Non Finansial

  • Pelaksanaan kegiatan sesuai persetujuan anggaran dan workplan
  • Pelaporan & pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan
  • Bawahan langsung: -
  • Bawahan tidak langsung: -

Duties and Responsibilities

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 

Peran dan tanggung jawab seorang Assistant Finance Administration di SR adalah:

1. TUGAS POKOK KEUANGAN:

  • Menyiapkan memo terkait dengan pendanaan kegiatan di tingkat SR GF – RSSH selanjutnya Program Coordinator memberikan persetujuan, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan;
  • Melakukan pencairan cek ke bank yang telah ditunjuk;
  • Melakukan pengecekan atas dokumen-dokumen pertanggungjawaban kegiatan, klaim dari SSR dan/atau IU, baik berasal dari pusat, provinsi maupun kab/kota;
  • Membantu FA melakukan pengarsipan atas semua dokumen terkait dengan administrasi keuangan di GF – RSSH, termasuk meminta tanda tangan kepada pejabat yang berwenang;
  • Mengumpulkan dan menyiapkan semua dokumen untuk keperluan audit;
  • Membantu pekerjaan lain terkait program GF – RSSH sesuai arahan pimpinan.

2. TUGAS POKOK AKUNTANSI:

  • Melakukan jurnal atas setiap transaksi keuangan yang terjadi dalam ruang lingkup GF – RSSH melalui aplikasi sistem keuangan;
  • Mencatat, memonitor dan update atas posisi kas kecil.

3. TUGAS TAMBAHAN:

  • Mengumpulkan dan mengirimkan dokumen pendukung staf seperti: NPWP, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Curriculum Vitae, evaluasi kinerja dan rekap absensi bulanan;
  • Melakukan penatausahaan aset tetap yang diadakan dari dana hibah GF – RSSH;
  • Melakukan tugas kasir dalam pelaksanaan kegiatan.

Competencies

VI. KOMPETENSI

Kompetensi Teknis

  • Penguasaan Microsoft Office (PowerPoint, Excel, Word);
  • Pengetahuan prinsip dasar akuntansi;
  • Pengetahuan administrasi proyek hibah.

Kompetensi Inti

  • Adaptasi & Kerjasama
  • Akuntabilitas
  • Kualitas Kerja
  • Pencapaian Program

VIII. INDIKATOR KINERJA UTAMA

No

Sasaran

Target

Bobot

(%)

Frekuensi Laporan

Sumber Data

1

Pelaksanaan pengarsipan atas semua dokumen terkait dengan administrasi keuangan GF Komponen TB, termasuk meminta tanda tangan pejabat berwenang

Dokumen administrasi keuangan tersimpan rapi dan dengan mudah ditemukan saat diperlukan

25%

Bulanan

SOP Keuangan

2

Pelaksanaan persiapan semua dokumen untuk keperluan audit

Tersedianya dokumen pendukung sesuai permintaan (berdasarkan daftar sampling)

15%

Semesteran

SOP Keuangan

3

Pelaksanaan pencairan cek ke bank yang telah ditunjuk

Uang tunai diterima sesuai dengan jumlah yang tertera di cek

5%

Bulanan

SOP Keuangan

4

Pelaksanaan penatausahaan Aset Tetap dan Logistik yang diadakan dari hibah GF – RSSH

Daftar aset dengan pemutakhiran data setiap 6 bulan sekali

25%

Semesteran

SOP Logistik & Penatausahaan Aset

5

Pelaksanaan pemenuhan semua permintaan proses pengadaan hibah GF – RSSH

Obat terkirim dan tercatat ke Kabupaten sesuai dengan permintaan

20%

Bulanan

Perpres Pengadaan

6

Ketaatan, kerja sama dan tanggung jawab

  1. Rekap presensi/ kehadiran staf
  2. File dokumen hardcopy dan softcopy

10%

Semesteran

SOP HR atau lainnya yang berlaku di SR Dit. Takelmas

100%

Required Skills and Experience

 KUALIFIKASI

Pendidikan :

  • Memiliki latar belakang pendidikan S1 di bidang Akuntansi / Keuangan, Manajemen / Ekonomi atau lainnya yang relevan.

Pengalaman ?

  • Memiliki pengalaman kerja di bidang yang sama minimal 4 tahun (diutamakan berpengalaman kerja di lembaga donor internasional);
  • Berpengalaman bekerja sama dalam tim dan melakukan koordinasi dengan mitra kerja organisasi pemerintah;
  • Lebih diutamakan yang pernah berpengalaman bekerja untuk program AIDS, TB atau Malaria di Global Fund 

Bahasa Lancar membaca dan menulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia

Advertisement
{{waiting}}
This job is no longer available.